Fokus Perhatian Kemenag Pada Pembahasan Biaya Haji 2017 – Presiden RI Joko Widodo telah mengumumkan bahwa kuota jamaah haji Indonesia tahun ini naik 52 ribu hingga menjadi 221 ribu. Presiden juga mengatakan bahwa pengumuman kuota ini menandakan bahwa akan dimulainya persiapan biaya haji dan penyelenggaraan ibadah haji.

 

Fokus Perhatian Kemenag Pada Pembahasan Biaya Haji 2017

 

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan segala persiapan penyelenggaran ibadah haji 2017. Persiapan biaya haji itu bahkan sudah dilaksanakan sejak akhir tahun 2016 lalu.

Masih dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji, ke depan, Abdul Djamil mengaku akan lebih fokus lagi pada tiga hal ini. Pertama, pembahasan mengenai biaya haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan DPR RI. Setiap tahun, BPIH dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Hasil pembahasan di antara kedua belah pihak ini kemudian akan dibawa ke Presiden untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH.

Kedua, Fokus terkait persiapan kegiatan dalam negeri yang meliputi: biaya pelunasan haji, konsolidasi dengan pihak yang terkait mengenai ibadah haji, persiapan embarkasi, manasik haji, dan lainnya. Selain persiapan dalam negeri, seluruh jajaran juga akan fokus pada persiapan layanan jamaah haji di Arab Saudi.

ketiga adalah fokus untuk koordinasi dengan beberapa instansi di Arab Saudi yang menyangkut persoalan akomodasi, transportasi, dan layanan-layanan lainnya.

Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji agar selalu memberikan yang terbaik bagi jamaah haji. Menurutnya, seiring waktu dengan bertambahnya kuota jamaah haji di setiap tahunnya, maka persiapan yang harus dilakukan juga perlu ditambah lagi, salah satunya ialah terkait dengan petugas haji.

Persoalan petugas haji dan yang akan memberikan persiapan khusus agar jamaah haji Indonesia bisa dilayani dengan baik. “Dan akan ada persiapan khusus untuk konsolidasi petugas yang akan melayani jamaah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan profesionalitas dan dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji.

Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) di tahun 2016 naik 1,16 point. Kalau pada tahun 2015 tingkat kepuasan jamaah sebesar 82,67, tahun ini naik menjadi 83,83. Ada sembilan kategori layanan yang disurvei oleh Biro Pusat Statistik (BPS) kepada jamaah haji dan seluruhnya masuk dalam kategori memuaskan

Untuk layanan petugas kloter naik 0,91 point dibanding hasil survei tahun 2015 menjadi 86,4 dan demikian juga dengan layanan petugas non kloter, naik 0,26 poin menjadi 84,27.

Facebook Comments