Ekspor rempah ke arab – Selain untuk di konsumsi secara langsung, rempah hasil impor Arab Saudi juga di ekspor kembali ke Negara teluk yang lain.

 

Indonesia Ekspor Rempah ke Arab untuk Jamaah Haji Umroh

 

Produk bahan makanan dan minuman, khususnya rempah-rempah, mempunyai bagian yang sangat besar di Arab Saudi. Ekspor rempah ke arab yaitu ke Negeri para muslim didorong oleh banyaknya jamaah haji dan umroh yang tetap ingin menikmati cita rasa Indonesia meski sedang berada di tempat yang sangat jauh dari Tanah air.

Pada tahun 2015, Pengeksporan rempah-rempah Indonesia ke Arab Saudi sampai Oktober mencapai US$ 7,72 juta. Pada bulan yang sama di 2016, ekspornya melebihi target penjualan 2015 dengan capaian senilai US$ 9,04 juta atau meningkat sebesar 17,09 persen.

Sementara itu, Konsul Jenderal Indonesia untuk kota Jeddah Muhamad Hery Saripudin memberitahu, ada 4 (empat) hal yang harus dipenuhi agar komoditas nonmigas Indonesia, khususnya bahan makanan dan minuman, dapat bersaing di Arab Saudi. Keempat hal tersebut yaitu harga yang masuk akal dan bersaing, kecukupan suplai, lulus uji Saudi Accreditation and Standardization Organization (SASO) dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Serta yang sudah pasti melengkapi persyaratan produk halal bukan produk yang tidak halal (haram).

Salah satu perusahaan importir rempah Indonesia di Arab Saudi, menurut Gunawan, adalah Salem Bin Mahfooz. Perusahaan ini akan melakukan perluasan pasar bahan makanan dan minuman Indonesia yang sudah mendapatkan conformity assessment dari pemerintah Arab Saudi.

Selain untuk konsumsi langsung di Arab Saudi, rempah-rempah yang dihasilkan impor Salem Bin Mahfooz juga diekspor kembali ke negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) dan di Afrika, seperti Sudan, Sinegal, Maroko, dan Tunisia.

Beberapa jenis ekspor rempah ke arab tersebut adalah seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Selain itu, perusahaan juga mengimpor aneka makanan olahan Indonesia, teh, kopi, hingga minyak goreng. Berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh seorang pemilik perusahaan, Salem Bin Mahfooz mengimpor cengkeh dari Indonesia sebanyak 45 kontainer senilai lebih dari Rp 119 miliar setiap tahunnya.