Perlukah Daftar Haji di Usia Muda? – Berhaji di usia muda sebenarnya telah menjadi program pemerintah sejak 2012 tahun lalu.

Daftar Haji, Selain memudahkan manajemen operasional pelaksanaan haji, sekaligus menyiasati masa tunggu keberangkatan yang berada di interval 10 hingga 15 tahun.

Perlukah Daftar Haji di Usia Muda

Mengubah komposisi antrian calon jamaah haji dari banyak usia tuanya ke banyak usia mudanya memang penting. Sehingga kalaupun antriannya cukup panjang, calon jamaah haji harus tetap tenang.

Saat ini calon jamaah haji yang sudah masuk dalam daftar tunggu sekitar 1,8 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, jamaah haji yang berusia lebih dari 60 tahun mencapai 300 ribu orang. Calon jamaah haji yang berumur lebih dari 80 tahun ada sekitar 11 ribu orang.

Melihat banyaknya calon jamaah haji berisiko tinggi tadi, Kemenag terus berupaya menggodok formulasi pendanaan setoran awal ibadah haji. Sehingga yang mendaftar banyak yang berumur antara 30-40 tahun. Kelemahannya saat ini, rata-rata masyarakat memiliki tabungan yang cukup untuk berangkat ke Tanah Suci di usia lebih dari 50 tahun.

Namun, jika lebih giat menabung lagi, pada usia 30 hingga 40 tahun masyarakat sudah bisa memiliki tabungan yang cukup untuk membayar setoran awal senilai Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per orang.

Pada intinya, kita sepakat jika gerakan men daftar haji usia muda ini dikampanyekan ke masyarakat. Upaya ini juga diharapkan didukung kalangan industri, dengan cara mempermudah memberikan zin cuti haji untuk pegawainya. Tidak perlu menunggu pegawainya mendekati usia pensiun, baru memberikan izin cuti untuk berhaji.

Bahkan Kemenag membuka kesempatan kepada masyarakat usia 17 tahun untuk mendaftar sebagai calon jamaah haji tanpa harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Sebagai gantinya, dIgunakan kartu pelajar untuk data identitas. Kalau di usia 17 tahun mendaftar haji maka di saat usia mencapai 27 tahun, sudah dapat menunaikan ibadah haji dalam kondisi sehat.

Ajakan untuk segera membuka tabungan haji maupun umroh saat usia produktif membuka peluang bagi travel haji dan umroh khusus menyediakan sesuai keinginan calon haji usia muda dipercaya makin menambah segmen pengguna jasa mereka. Meski biayanya relatif mahal, jumlah jamaah Indonesia yang berumroh dan haji khusus terus meningkat. Peningkatan ini terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Peminat umroh kiat meningkat, disebabkan daftar tunggu keberangkatan ibadah haji sudah mencapai dua juta orang. sedangkan kuotanya hanya sekitar 168 ribu jamaah saja. Antrian haji Indonesia pun makin panjang hingga mencapai 12 tahun. Tidak heran meski tidak bisa menggantikan haji, kini umroh menjadi pilihan utama umat untuk berkunjung ke Baitullah.

Kemudahan menjalankan umroh tanpa menghilangkan unsur beribadahnya tidak hanya jadi tujuan keluarga. bagi para pengusaha, daftar haji umroh juga biasa dijadikan reward, baik bagi karyawannya atau untuk dijadikan undian. begitu juga dengan masalah dana. berbagai kemudahan ditawarkan pihak perbankan, misalnya, dengan tabungan haji dan umroh.