Daftar Haji Khusus, Petugas mengambil sidik jari pemohon paspor haji di kantor imigrasi (Ilustrasi). Pada saat pengambilan sidik jari dan foto pada pendaftaran ibadah haji khusus nanti, tidak hanya akan diberlakukan untuk haji reguler saja.

 

Daftar Haji Khusus Harus dengan Sidik Jari, Mulai April

 

Proses daftar haji khusus

Direncanakan, mulai April yang akan datang, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga akan mulai memberlakukan sidik jari dalam proses daftar haji khusus.

“Maksud dalam pengambilan sidik jari bagi jamaah daftar haji khusus ini, tidak terlepas dari pemberlakuan pendaftaran sistem baru yang di buat.

Kebijakan yang di buat ini, menjadi salah satu terobosan terbaru untuk penyempurnaan sistem pendaftaran. Dengan adanya pengambilan sidik jari ini, data dan identitas jamaah akan semakin lengkap dan sempurna.

Sidik jari calon jamaah haji sangat diperlukan seiring adanya sebuah aturan baru tentang daftar haji selama 10 tahun setelah keberangkatan terakhir.

 

Perlindungan terhadap penggunaan identitas jamaah haji khusus

Dengan begitu, jamaah haji yang terdeteksi sudah pernah melakukan ibadah haji, tidak bisa mendaftar kembali kecuali setelah sepuluh tahun dari keberangkatan hajinya yang terakhir itu. “Dari sidik jari juga menjadi upaya yang preventif terhadap penggunaan identitas jamaah oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Dengan melakukan proses pengambilan sidik jari ini, lanjut Nafit, maka calon jamaah haji sudah pastinya harus datang langsung saat akan melakukan pendaftaran, alias tidak bisa diwakilkan oleh siapa pun.

Proses pendaftaran juga langsung dilakukan oleh calon jamaah, sehingga mereka juga bisa mengetahui sendiri berapa biayanya dan terdaftar di Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) apa.

Pada aturan sistem yang lama memperbolehkan jamaah untuk mewakilkan pendaftaran. Akibatnya, ada saja jamaah yang tidak mendapatkan informasi lengkap tentang kapan dia didaftarkan, terdaftar di PIHK apa, serta berapa BPIH yang harus dibayarkan.

Jadi jika diwakilkan, nasib jamaah tergantung pada orang yang telah mewakilinya. Jika orang yang diberi amanat tersebut itu amanah, alhamdulillah. Tapi jika dia nakal, bisa jadi jamaah tidak akan pernah terdaftar haji dan uang yang disetornya pun menjadi tidak jelas kemana larinya.

Dengan menggunakan sistem pendaftaran baru tersebut, maka jamaah juga harus membuka dan mempunyai rekening tabungan atas nama sendiri, menyetor pun sendiri, dan mendaftar langsung ke Kanwil Kemenag atau Kankemenag yang ditunjuk oleh Kanwil.

Kebijakan baru ini akan memberikan kepastian kepada jamaah terkait dengan status pendaftaran, dana setoran awal aman jika di rekening Menteri Agama, serta identitas jamaah haji tersimpan dengan lengkap.

Untuk keamanan daftarlah haji khusus anda di travel terpercaya seperti Alhijaz Indowisata