Tips Beradaptasi dengan Cuaca di Tanah Suci, Pada setiap tahunnya, banyak ratusan ribu orang Indonesia siap untuk melakukan perjalanan umrah dan haji ke tanah suci. Perbedaan cuaca yang begitu ekstrem antara Tanah Air dan kota Mekah membuat semua jamaah haji perlu untuk beradaptasi dengan cuaca panas di tanah suci dengan suhu hingga mencapai 40ºC.

 

Tips Agar Tubuh Beradaptasi dengan Cuaca Tanah Suci

 

Sebagian orang yang awam selalu menganggap jika Mengenal cuaca dan iklim tanah suci cukup dengan dibayangkan atau diterka saja, hal ini mengingat kondisi disana yang memiliki gurun pasir luas serta pegunungan batu yang begitu banyak, jadi sebagian orang tersebut hanya menyimpulkan bahwa keadaan di tanah suci panas.

Padahal selain dengan kondisinya yang panas, Negara Arab juga mempunyai cuaca dan iklim lain yang tentu sangat jauh berbeda dengan cuaca dan iklim yang ada di Indonesia, sehingga para calon Jamaah haji dan Umrah dihimbau untuk dapat melakukan persiapan khusus saat akan melaksanakan ibadah haji atau umroh di tanah suci.

Persiapan ini sangat penting dilakukan agar para Jamaah bisa memaksimalkan lagi dalam ibadahnya sebagaimana tujuan awal saat beranjak dari Indonesia.

Perbedaan cuaca perlu disikapi dengan bijak oleh para calon jamaah haji. Pasalnya, ibadah haji menuntut stamina yang sangat luar biasa. Karena itu, perlu ada persiapan yang khusus guna beradaptasi dengan cuaca di Tanah Suci.

Tips meghadapi cuaca di tanah suci

Berikut ini tipsnya:

Tingkat kelembaban yang ada di Indonesia dan Arab Saudi sangat berbeda sekali. Di Indonesia, memiliki kelembabannya berkisar 75-80 % . Kondisi cuaca panas dalam level ini dikatakan masih memberikan rasa nyaman. Akan tetapi, di Arab Saudi, tingkat kelembabannya jauh berbeda dengan cuaca di Tanah Air, yaitu hingga mencapai 20-30 %. Panasnya tentu saja akan terasa sangat menyengat di kulit.

Untuk itu, calon jamaah agar bisa melakukan proses aklimatisasi sejak awal di Indonesia sebelum pemberangkatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan melakukan dari hal terkecil seperti latihan jalan pada pagi hari dengan durasi menyesuaikan kemampuan dan usia. Proses ini dapat dilakukan selama enam bulan sebelum keberangkatan ke tanah suci

Lalu, sebulan sebelum berangkat ke tanah suci, calon jamaah haji mulai berlatih jalan ataupun lari pada waktu siang hari. Durasinya bisa dilakukan selama setengah jam sampai satu jam.

Persiapkan asupan gizi dengan baik.

Setelah tiba di Tanah Suci, jamaah sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri untuk segera beribadah ke masjid. Sebaiknya para jamaah harus selalu memerhatikan asupan air yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh. Minimal dalam satu jam, jamaah minum satu gelas. Sedangkan, dalam sehari, agar bisa meminum air 6-8 iter.

Lantas, untuk menggantikan keluarnya keringat, jamaah asal Indonesia harus banyak mengonsumsi buah yang sudah diolesi dengan garam. Di antaranya, apel, jeruk dan pisang, yang memiliki kandungan kalium yang tinggi.

Jamaah juga menghindari pakaian yang warna hitam. Sebab warna hitam mudah menyerap panas. Jdi gunakanlah, pakaian yang berwarna terang, seperti warna putih, karena hal tersebut tidak akan mudah menyerap panas.

Jika ingin keluar, jamaah jangan lupa untuk membawa payung dan menyiapkan handuk kecil dan semprotan air. Semua itu dilakukan agar terhindar dari panas yang langsung ke kulit.

Itulah Persiapan-persiapan khusus yang harus diperkirakan sebelum keberangkatan ke tanah suci. Dengan kondisi cuaca dan iklim yang ekstrim ini tentu saja akan mengganggu ibadah yang dilaksanakan.

Di tanah suci sangat sedikit ditemui kebun atau tanaman seperti di Indonesia, sebagian besar daerah adalah hamparan luas tanpa atap yang langsung mengenai cahaya matahari atau jika musim dingin maka akan langsung terkena cucuran air hujan.

Cuaca ekstrim ini membuat penduduk arab lebih kebal dan terbiasa serta memiliki kondisi tubuh yang lebih kuat saat melakukan kegiatan sehari-hari atau sedang menjalankan ibadah. Berbeda dengan jamaah Indonesia, persiapan-persiapan khusus tentu harus dipersiapkan jauh dari hari sebelum keberangkatan haji khusus maupun umroh.

Facebook Comments