Kategori
Info Berita

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umroh Alhijaz Indowisata

Ibadah Umroh memiliki pengertian secara syar’i dan fiqih, yaitu mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti thawaf dan sa’i) dengan tata cara tertentu. Dapat pula dikatakan dengan datang ke Baitullah untuk melakukan ibadah umrah sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

 

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umroh Alhijaz Indowisata

Sedangkan dari segi bahasa, ibadah umroh berarti berkunjung atau berziarah sehingga sesuai arti di atas, ibadah umrah boleh dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu seperti halnya ibadah haji yang hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun yakni hanya pada bulan Dzulhijjah saja.

 

Hukum Ibadah Umroh :

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang hukum melaksanakan ibadah umrah, ada ulama yang mengatakan wajib, adapula yang menganggapnya sebagai ibadah sunnah sebab yang wjib hanya berhaji.

Ulama yang berpendapat bahwa hukum ibadah umrah menjadi wajib bila Anda belum pernah sama sekali melakukannya, jadi seperti halnya haji yang wajib hukumnya bagi umat Islam yang mampu baik secara finansial, fisik dan mental.

Selain itu hukum ibadah umrah juga menjadi wajib bila Anda telah bernazar akan melakukannya tercapainya tujuan atau cita-cita hidup Anda. Misalnya Anda bernazar bila naik jabatan akan berumroh, maka saat Anda naik jabatan maka Anda wajib memenuhi nazar atau janji tersebut yakni melaksanakan ibadah umroh.

 

Hukum ibadah umrah menjadi sunnah bila Anda telah sekali melaksanakannya, namun Anda ingin melakukannya lagi karena ada kemampuan. Anda tidak perlu menunaikannya lagi karena kewajiban Anda melaksanakan ibadah umroh telah gugur pada saat pelaksanaan ibadah umroh yang pertama.

 

Adapun syarat-syarat agar dapat melaksanakan ibadah umroh adalah :

1. Beragama Islam baik wanita maupun laki-laki.
2. Beragama Islam
3. Sudah baligh dan berakal, anak-anak tidak diwajibkan melakukan ibadah umroh.
4. Merdeka
5. Memiliki kemampuan dalam hal ini adalah dalam hal perbekalan dan kendaraan.
6. Bagi wanita yang ingin melaksanakan ibadah umroh terdapat syarat untuk didampingi mahram

 

Sedangkan tata cara pelaksanaan ibadah umroh adalah sebagai berikut :

1. Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah umroh, Anda diwajibkan mandi sebagaimana orang yang junub, memakai wewangian dan menggunakan pakaian ihram.
2. Berihram dari miqat dengan mengucapkan niat melakukan ibadah umroh.
3. Bila waktu berihram bersamaan waktunya dengan waktu sholat fardhu, sebaiknya para jamaah melakukan sholat terlebih dahulu, baru setelah sholat Anda dapat melakukan ihram.
4. Setelah mengucapkan “talbiah umrah” dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini.
5. Sebelum melakukan thawaf, hendaknya para jamaah menuju ke Hajar Aswad
6. Thawaf sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama.
7. Setelah melakukan thawaf menuju makam Nabi Ibrahim
8. Di belakang Nabi Ibrahim melakukan sholat sunnah thawaf 2 rakaat
9. Di sunnahkan minum air zam-zam dan menyiram atau mengusap kepala denganair zam-zam setelah sholat sunnah.
10. Setelah minum air zam-zam, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap atau menciumnya namun bila tidak memungkinkan dapat memberi isyarat ke arah Hajar Aswad seperti pada saat awal thawaf.
11. Usai thawaf, jamaah akan menuju Bukif Shofa untuk melakukan sa’i Umroh.
12. Setelah melakukan sai sebanyak 7 kali putaran, jamaah dapat melakukan tahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Sedangkan bagi jamaah perempuan cukup memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
13. Sesudah bertahallul atau memotong/mencukur rambut, maka selesai sudah rangkaian ibadah Umroh yang Anda lakukan.

Ibadah umrah dapat dilakukan kapanpun sesuai kemampuan dan waktu yang diinginkan oleh para calon jamaah. Namun ada waktu makruh untuk melaksanannya, yakni hari Arafah, Nahar dan Tasriq )

 

Ibadah umrah memiliki keutamaan yang apabila kita ikhlas dalam melaksanakan akan mendapatkan pahala seperti di bawah ini :

1. Ibadah Umroh adalah Jihad.
Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra dalam hadist dibawah ini bahwa ibadah haji yang dilakukan oleh perempuan adalah seperti melakukan jihad.

Aisya rs bertanya yang artinya :”Wahai Rasulllah, apakah benar seorang perempuan juga wajib melaksanakan Jihad?” beliau SAW menjawab, “ia dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan Ibadah Haji dan Umrah” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

2. Ibadah Umrah menghapus dosa diantara dua umrah.
Karena pengampunan dosa inilah mengapa banyak orang yang selalu ingin mengulang kembali ibadah umrah yang telah dilakukannya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Bahwa Rasulallah SAW bersabda :
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.
Ibadah umroh termasuk sedekah ekstrim yang akan dibalas berlipat ganda oleh SAW sebagaimana pahala kita saat menyedekahkan harta benda kita di jalan Allah.

Dari Abdullah, Rasulallah SAW bersabda :
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Demikian sekilas tentang ibadah umroh, semoga kita mendapatkan kemudahan bersegera melaksanakan ibadah ini.

Al Hijaz sebagai biro travel penyelenggara ibadah umrah dan haji dapat membantu Anda mewujudkan cita-cita melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci dengan menyediakan paket umroh promo dan paket umroh murah bagi Anda.

Kategori
Info Berita

Beberapa Manfaat Saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Manfaat Saat Melaksanakan Ibadah Umroh – Minat masyarakat Indonesia sampai pada saat ini sangat antusias untuk mengerjakan ibadah haji di tanah suci Mekah dan jumlahnya semakin meningkat. Tidak hanya mereka yang sudah berusia tua atau dewasa saja, beberapa tahun belakangan ini mereka yang masih berusia muda pun mulai melaksanakan ibadah haji. Diperkirakan, hingga beberapa tahun ke depan minat orang berusia muda maupun tua untuk melaksanakan ibadah haji akan semakin meningkat setiap tahunnya.

 

Beberapa Manfaat Saat Melaksanakan Ibadah Umroh

 

Namun dengan peraturan baru yaitu pengurangan kuota calon jamaah haji yang diterapkan pemerintah Arab Saudi membuat semakin panjangnya daftar antrian calon jamaah haji di Indonesia. Padahal, tanpa pengurangan kuota sekalipun antrian calon jamaah haji dari Indonesia sudah cukup panjang. Akibatnya, jika seseorang yang baru akan mendaftar haji pada tahun ini, perlu menunggu selama empat tahun bahkan lebih untuk bisa berangkat ke tanah suci melaksanakan ibadah.

 

Ibadah Umroh yang biasa kita sebut kini kita anggap sebagai haji kecil, ini merupakan alternatif terbaik pada saat ini untuk dapat melaksanakan ibadah di tanah suci Mekah. Umrah berasal dari kata al-i’timar yang berarti al-ziarah. Yang di maksud dari umrah di sini adalah ibadah dengan cara mengunjungi ka’bah dan thawaf di sekitarnya, kemudian melakukan sa’i diantara shafa dan marwa, lalu diakhiri dengan mencukur rambut (tahallul).

Biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa melaksanakan ibadah umroh tidak sebesar mendaftar ibadah haji. Umrah juga dapat dilaksanakan kapan saja tanpa waktu menunggu lebih lama lagi dan tanpa harus menunggu panjangnya daftar antrian seperti jamaah haji.

Oleh karena itu, ternyata umrah juga memiliki beberapa manfaat atau kelebihan, diantara kelebihan tersebut adalah:

1. Menjadi tamu Allah
Pada saat kita berangkat Haji atau Umrah, kita juga mendapat predikat sebagai “Tamu Allah”. Allah maha suci, bagaimana mungkin manusia yang berlumuran dosa dapat menghadap kepada dzat yang maha suci, Bagaimana pula seorang yang berlumur dosa dan selalu melakukan kesalahan dipantaskan menjadi “Tamu Allah”?. Salah satu cara agar kita dipantaskan untuk menjadi “Tamu Allah” adalah dengan cara menghapus dosa-dosa yang sudah diperbuat dan selalu berusaha untuk menjauhi segala larangan dan Melaksanakan segala perintah Nya.

Di dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam Ghazali pernah mengatakan ”yang disebut Tamu Allah itu dibagi menjadi tiga golongan, yaitu orang yang berhaji, berumrah dan berperang.”

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, tentunya Kita sering mendengar ayat Al-Qur’an mengenai Fusuq, Rafats, dan Jidaal. Kata Fusuq sendiri memiliki kandungan arti yang luas. Beberapa ulama menjelaskan makna kata fusuuq tersebut, antara lain: Pertama, semua perbuatan maksiat atau melanggar perintah Allah SWT. Kedua, melanggar larangan-larangan dalam ihram. Ketiga, mencela orang lain. Keempat, menyembelih binatang untuk dipersembahkan kepada berhala.

Pendapat tersebut sesungguhnya tidak ada pertentangan dan berujung pada kesimpulan makna fusuuq, yang berarti semua bentuk perbuatan maksiat kepada Allah Swt. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Syaukani, bahwa fusuuq berarti semua bentuk kemaksiatan dan tidak perlu dikhususkan kepada satu perbuatan maksiat saja.

Ayat Al-Qur’an yang menerangkan pelarangan melakukan perbuatan maksiat pada musim Haji, hanyalah sebuah penekanan untuk tidak melakukan perbuatan maksiat. Ini tidak berarti dihalalkan melakukan kemaksiatan pada bulan-bulan selain musim haji. Larangan melakukan perbuatan maksiat di Tanah Suci, bukan hanya sebuah perintah, melainkan juga menyangkut etika seorang tamu saat mengunjungi Baitullah.

Untuk menghindari potensi terjadinya kemaksiatan dalam diri para tamu Allah, maka kondisi hati menjelang keberangkatan haji benar-benar harus bersih dari kebiasaan melakukan dosa, baik disengaja ataupun tidak. Di Samping itu, saat tiba di Tanah Suci sampai menjelang hari Arafah, perbanyak melakukan Ibadah di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi.

 

2. Jihad bagi orang yang lemah dan wanita
Dari Abu Hurairah, Rasulullah S.A.W bersabda, ”Jihad orang lanjut usia, anak kecil dan perempuan adalah haji dan umrah” (HR Nasa’i). Ada pula hadist lainnya dari Ibnu Majah dari A’isyah R.A. berkata:

”Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita juga diwajibkan untuk jihad? Rasulullah menjawab: Ya, mereka juga berkewajiban berjihad hanya saja tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu melaksanakan haji dan umrah” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

 

3. Pahala umrah bulan Ramadan menyamai ibadah haji
Dalam sahih Muslim diriwayatkan dari Ibnu Abbas R.A. bahwa Rasulullah S.A.W.telah bersabda yang artinya:

”Melakukan umrah pada bulan Ramadan menyamai ibadah haji.”

 

4. Menghilangkan dosa dan kefakiran
Dalam Ibnu Majah, Umar R.A. meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya: ”Perturukanlah antara haji dan umrah, sebab seungguhnya berturut-turutnya antara haji dan umrah akan menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa, seperti nyala api pada tukang besi yang menghilangkan kotoran dari besi.

 

5. Diwajibkan sekali bagi yang mampu
Umrah diwajibkan sekali seumur hidup kepada orang yang mampu.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah 196 yang artinya:

”Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”

Begitu juga Ibnu Umar R.A yang berkata:

”Tidak ada seorang pun kecuali diwajibkan atasnya satu kali haji dan umrah.” (Al-Bukhari).

Adapun mengenai melakukan umrah berkali-kali, Abd Al-Rahman al-Jaziri, dalam kitabnya Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah mengemukakan

”Dianjurkan memperbanyak atau mengulang-ulang ibadah umrah, terutama di bulan Ramadan sesuai dengan kesepakatan tiga imam madzhab” (Hanafi, Syafi’i dan Hanbali).

 

6. Penghapusan dosa
Dalam riwayat Al-Bukhari, Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya

”Antara satu ibadah umrah dengan ibadah umroh lainnya adalah pelebur dosa diantara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak mempunyai balasan kecuali surga.”

Ada pula hadist Rasulullah S.A.W yang berarti,

Siapa saja yang menunaikan ibadah haji lalu tidak berkata kotor, tidak berbuat fasik, dia seakan-akan kembali seperti bayi yang dilahirkan oleh ibunya (HR Bukhari dan Muslim).